Jumat, 07 Maret 2014

Tips Memperkenalkan Pola Makan Sehat untuk Anak





Tak sedikit bunda yang mengeluh si kecil susah makan atau pilih-pilih makanan. Sebenarnya kunci sukses memperkenalkan pola makan yang sehat dimulai dari usia 6 bulan saat ia diperkenalkan pada pengalaman baru beragam cita rasa. Pernah liat anak 6 bulan milih-milih makan bun? Pada  usia tersebut mereka lebih adaptif terhadap beragam rasa. Bahkan yang menurut kita orang dewasa tidak enak atau hambar.
Pilihan variasi menu dan bahan makanan yang bunda siapkan di usia ini menjadi dasar kebiasaan makan anak saat mereka tumbuh lebih besar.

Setelah si kecil wisuda ASI eksklusif mulailah memperkenalkan berbagai jenis makanan pada anak. Tentu saja pada usia ini, makanan yang diberikan harus dilumatkan agar mudah dicerna. Beri kesempatan anak untuk mencoba variasi makanan baru, dan lihat reaksinya.
Cobalah untuk memberi satu jenis makanan baru dalam satu waktu sehingga dapat diketahui apa yang disukai dan kurang disukai anak. Terutama jika ada makanan yang memicu alergi, jika diberikan satu persatu dapat langsung diketahui.
Jangan ragu memperkenalkan beragam jenis makanan pada anak agar ia tumbuh sebagai anak yang menyukai bermacam menu dan tidak pilih-pilih makan.

Tapi bunda perlu mengingat beberapa hal saat menyiapkan makanan untuk si kecil:
  • Hindari menggunakan garam, gula atau penyedap rasa lainnya agar anak mengenal rasa murni dari makanan.
  • Cuci bersih dengan air mengalir yang bersih saat menyiapkan makanan dari buah dan sayuran yang tidak dimasak. Seperti sate buah, salad, jus segar dan sebagainya.
  • Masaklah semua makanan hingga benar-benar matang, agar anak terhindar dari bakteri dan kuman yang melekat pada bahan makanan mentah.
  • Hindari memberi terlalu sering makanan yang dibakar diatas arang, seperti sate atau barbekyu untuk menghindari resiko penyakit kanker di kemudian hari.
  • Variasi jenis masakan rebusan atau kukus atau panggang di oven toaster untuk mengganti resep makanan yang digoreng.
  • Jika terpaksa harus menggoreng, gunakan minyak goreng yang baik dan gunakan hanya sekali pakai. Pilih minyak zaitun jika perlu.
  • Hindari terlalu sering memberi makanan olahan karena mungkin mengandung bahan yang kurang baik untuk kesehatan balita seperti bahan pengawet yang berlebihan.
  • Usahakan untuk membuat atau mengolah sendiri bahan makanan untuk balita, misalnya membuat sendiri nugget atau bakso. Selain dapat dipastikan bahan pembuatnya juga dapat divariasikan dengan sayuran dan sebagainya.
 sumber: HHBF facebook
Menejemen kebidanan Adalah proses pemecahan masalah yang di gunakan sebagai metode untuk mengorganisir pikiran serta tindakan berdasarkan teori yang ilmiah, penemuan-penemuan, ketrampilan dalam rangkaian tahapan untuk mengambil keputusan yang berfokus pada klien. (Varney, 1997)

Varney Mengatakan seorang bidan dalam menejemn yang dilkukannya perlu lebih kritis untuk mengantisipasi diagnosa atau masalah potensial. dengan kemampuan yang lebih kritis dalam melakukan analisa, bidan akan menemukan diagnosa atau masalah potensial ini. Kadang kala bidan juga harus segera bertindak untuk menyeleseikan masalah tertentu dan mungkin juga melakukan kolaborasi, konsultasi behkan mungkin harus segera merujuk klienya. varney kemudian menyemburnakan proses menejemen kebidanan menjadi 7 langkah. ia menambahkan langkah ke III agar bidan lebih kritikal mengantisipasi masalah yang kemungkinan dapat terjadi pada klienya.
Varney (1997) juga menmbahkan satu langkah lagi diman bidan di harapkan dapat menggunakan kemampuanya untuk melakukan deteksi diini dalm proses menejemen sehingga bila klien  membutuhkan tindakan segera atau kolaborasi, konsultasi bahkan rujukan, segera dapat dilaksanakan. Proses menejemen kebidanan ini di tulis oleh varney berdasarkan proses menejemen kebidanan. American college of Nurse Midwife yang pada dasar pemikiranya sama dengan proses menejemen menurut Varney.

Prinsip Proses Manajemen Kebidanan Menurut ACNM
Proses Menejemen kebidanan sesuei dengan standar yang di keluarkan oleh American College Of Nurse Midwife terdiri dari:
  • Secara sistematis mengumpulkan dan memperbarui data yang lengkap dan relevan dengan melakukan pengkajian yang komprehensif terhadap kesehatan setiap klien, termasuk mengumpulkan riwayat kesehatan dan pemeriksaan fisik
  • Mengidentifikasi maslah dan membuat diagnosa berdasarkan interpretasi data dasar
  • mengidentifikasi kebutuhan terhadap asuhan kesehatan dalam menyeleseikan masalah dan merumuskan tujuan asuhan kesehatan bersama klien 
  • memberikan informasi dan support sehingga klien dapat membuat keputusan dan bertanguungjawab terhadap kesehatanya
  • Membuat rencana asuhan yang komprehensif bersama klien
  • Secara pribadi bertanggung jawaba terhadap implementasi rencana individual 
  • melakukan konsultasi, perencanaan dan melaksanakan menejemen dengan berkolaborasi dan merujuk klien untuk mendapatkan asuhan selanjutnya
  • merencanakan menejemen terhadap komplikasi tertentu, dalam situasi darurat dan bila ada penyimpangan dari keadaaan normal
  • melakukan evaluasi bersama klien terhadap pencapaian asuhan kesehatan dan merevisi rencana asuhan seseui dengan kebutuhan
Proses Menejemen menurut Helen varney (1997)
      Varney(1997) Menjelaskan bahwa proses menejemen merupakan proses pemecahan masalah yang di temukan oleh perawat-bidan pada awal tahun 1970-an. Proses ini memperkenalakn sebuah metode dengan pengorganisasian pemikiran dan tindakan-tindakan dengan urutan yang logis dan menguntungkan baik bagi klien maupun bagi tenaga kesehatan. proses ini menguraikan bagaimana perilaku yang di harapkan dari pemberi asuhan. Prose menejemen ini bukan hanya terdiri dari pemikiran dan tindakan saja melainkan juga perilaku pada setiap langkah agar pelayanan yang komprehensif dan aman dapat tercapai. Dengan demikian proses menejemen harus mengikuti urutan yang logis dan memberikan pengertian yang menyatukan pengetahuan, hasil temuan, dan penilaian yang terpisah-pisah menjadi satu kesatuan yang berfokus pada klien.